
Pusat Studi Satwa Primata Gelar Sharing Session SLR dan Bibliometrik untuk Tingkatkan Kualitas Publikasi Ilmiah Bereputasi
BOGOR – Dalam upaya menghadapi tantangan ledakan publikasi ilmiah (information overload) dan meningkatkan kualitas karya ilmiah bereputasi, Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) menyelenggarakan kegiatan Sharing Session bertajuk “Systematic Literature Review & Bibliometrik untuk Mendukung Publikasi Ilmiah Bereputasi” pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Kegiatan pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Studi Satwa Primata, drh. Fitriya Nur Annisa Dewi, Ph.D. Dalam pembukaannya, beliau menekankan pentingnya penguasaan metodologi penulisan dan sintesis literatur terkini bagi para peneliti guna mendorong peningkatan kualitas serta kuantitas publikasi riset di tingkat global.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber Muh. Firmansyah, S.T.P., M.Si., yang menjelaskan pentingnya pendekatan terstruktur dan metodologis dalam menyaring, memetakan, serta mensintesis literatur ilmiah.
Dalam pemaparannya, Muh. Firmansyah menyoroti pertumbuhan pesat publikasi ilmiah dunia berdasarkan data Scopus. Pertumbuhan artikel ilmiah melonjak hingga 123 kali lipat (1996–2025), sementara tren publikasi berbasis bibliometrik mengalami kenaikan drastis hingga 238 kali lipat. Fenomena ini membawa tantangan tersendiri bagi para peneliti, seperti kesulitan dalam menentukan state of the art, menemukan research gap yang jelas, membuktikan kebaruan (novelty), serta menghindari bias akibat pemilihan literatur secara subjektif.
“Tantangan utama peneliti saat ini bukan lagi kekurangan literatur, melainkan bagaimana menyaring, memetakan, dan mensintesis literatur tersebut secara sistematis,” ujar Firmansyah.
Materi yang disampaikan mencakup perbandingan menyeluruh antara Literature Review konvensional, Systematic Literature Review (SLR), Bibliometric Analysis, hingga Meta-Analysis:
- Systematic Literature Review (SLR): Berfokus pada sintesis temuan kualitatif secara terstruktur menggunakan protokol ketat (seperti PRISMA) untuk menjawab pertanyaan spesifik.
- Bibliometric Analysis: Berfokus pada pemetaan struktur ilmu (science mapping) dan analisis kinerja (performance analysis) menggunakan metadata seperti penulis, kata kunci, dan sitasi.
- Meta-Analysis: Berfokus pada penggabungan hasil statistik antarstudi untuk mengukur besarnya efek (pooled effect size) secara kuantitatif.
Para peserta juga dibekali langkah-langkah praktis dalam menyusun pertanyaan penelitian (research question) menggunakan berbagai framework populer seperti PICO, PICOS, SPIDER, dan CIMO. Selain itu, dijelaskan pula strategi penyusunan review protocol, pemilihan basis data ilmiah (Scopus, Web of Science, PubMed, Dimensions, OpenAlex), hingga teknik pencarian tingkat lanjut menggunakan Boolean Search (AND, OR, NOT, wildcard, dan quotation marks).
Pada sesi praktis Bibliometric Analysis, narasumber membagikan step-by-step pengolahan data menggunakan perangkat lunak pendukung seperti R Studio (paket bibliometrix / Biblioshiny), VOSviewer, dan Publish or Perish. Proses ini dimulai dari penentuan kata kunci, ekstraksi data, validasi data, hingga analisis visualisasi kluster. Narasumber juga menegaskan prinsip “Garbage In, Garbage Out”, di mana kualitas keluaran analisis bibliometrik sangat ditentukan oleh ketelitian dan kevalidan data yang dimasukkan sejak awal.
Melalui kegiatan sharing session ini, diharapkan para peneliti di lingkungan Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) dapat menerapkan metodologi SLR dan bibliometrik secara tepat, sehingga mampu menghasilkan artikel ilmiah yang solid, transparan, dan berdaya saing di tingkat internasional. (RN)

