
PSSP IPB University Perluas Wilayah Kajian Field Course Konservasi dan Kesehatan Global ke Kepulauan Bangka Belitung
BOGOR, 5 Agustus 2026 — Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) IPB University kembali menjadi mitra akademik dalam penyelenggaraan program tahunan Field Course in Conservation and Global Health at the Human-Environment Interface, bersama Central Oregon Community College, Yayasan Satwa Primata Indonesia dan Washington National Biomedical Research Center. Setelah tiga tahun berturut-turut (2023–2025) berlangsung di Taman Wisata Alam Pananjung, Pangandaran, program tahun ini menjangkau wilayah baru: Desa Tanjung Rusa, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, berlangsung pada 13–30 Juli 2026.
Perluasan wilayah ini membawa dimensi kajian yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika Pangandaran menghadirkan konteks kawasan konservasi hutan Jawa, Belitung menawarkan setting kepulauan dengan tekanan interaksi manusia-lingkungan yang khas wilayah pesisir. Terdapat tiga spesies satwa primata di Pulau Belitung seperti monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan lutung kelabu (Trachypithecus cristatus) yang umum dijumpai dibeberapa lokasi serta tarsius bangka (Cephalopachus bancanus saltator) sebagai primata endemik yang menjadi identitas biodiversitas Bangka Belitung.
Empat Pilar Kajian
Mengacu pada kerangka akademik program, materi yang diberikan kepada peserta berpijak pada empat pilar utama: pemahaman relasi manusia-lingkungan (human-environment interface) sebagai akar persoalan konservasi kontemporer; kajian primata dan perannya dalam ekosistem; isu kesehatan global yang berkelindan dengan kerusakan lingkungan; serta penguasaan metode studi lapangan sebagai keterampilan riset terapan.
Peserta Lintas Negara dan Lintas Kampus
Program tahun ini diikuti mahasiswa dari Central Oregon Community College (Amerika Serikat) dan Universitas Bangka Belitung, menegaskan karakter field course sebagai ruang pertukaran keilmuan dan budaya lintas negara sekaligus penguatan kapasitas riset mahasiswa lokal dalam isu konservasi primata dan kesehatan lingkungan.
Tim Instruktur dan Dukungan Pemerintah Daerah
Program ini dibina oleh tim instruktur lintas Lembaga, yaitu dari Pusat Studi Satwa Primata IPB University, Central Oregon Community College, University of Washington dan dan Yayasan Satwa Primata Indoensia, Prof. Matthew Novak, Ph.D. dari University of Washington dan Central Oregon Community College, Ilaria Turrio, M.S., Dr. Ir. Entang Iskandar, M.Si. dari Yayasan Satwa Primata Indonesia,serta Dr. Puji Rianti, S.Si., M.Si. yang mewakili PSSP IPB University. Sebagai bentuk penyambutan atas penyelenggaraan program di wilayahnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung turut mengundang seluruh instruktur dan peserta field course dalam pembukaan resmi program, sekaligus menandai dukungan pemerintah setempat terhadap agenda konservasi dan pendidikan lintas negara yang berlangsung di Desa Tanjung Rusa.
Diseminasi ke Masyarakat: Outreach di SDN 17 Membalong
Selaras dengan semangat human-environment interface, program turut menjangkau masyarakat setempat melalui kegiatan edukasi di SDN 17 Membalong. Pendekatan ini mencerminkan keyakinan PSSP IPB University dan mitra lembaga bahwa keberhasilan konservasi jangka panjang tidak cukup ditopang riset ilmiah semata, melainkan juga memerlukan penanaman kesadaran ekologis sejak usia dini pada masyarakat di sekitar kawasan konservasi.
Komitmen Keberlanjutan
Perluasan lokasi ke Bangka Belitung menjadi penanda bahwa kolaborasi PSSP IPB University dengan mitra internasional dalam program ini terus berkembang, tidak hanya secara geografis, tetapi juga secara substansi keilmuan. Hasil kajian dari program ini diharapkan berkontribusi pada penyusunan rekomendasi ilmiah bagi kebijakan perlindungan primata endemik Indonesia. (TLA, EI)




