Pusat Studi Satwa Primata bersama Asliqhewan Mennyelenggarakan Workshop dan Munas Asosiasi

Pusat Studi Satwa Primata bersama Asliqhewan Mennyelenggarakan Workshop dan Munas Asosiasi

Pusat Studi Satwa Primata bersama Asliqhewan Mennyelenggarakan Workshop dan Munas Asosiasi

Pada tanggal 22 dan 23 Maret 2019,  Pusat Studi Satwa Primata bersama dengan Asosiasi Dokter Hewan Satwa Liar Aquatik dan Hewan Eksotik Indonesia menggelar acara Workshop dan Munas ke 4 Asliqhewan.

Bertempat di Pusat Studi Satwa Primata, pada hari pertama diadakan workshop Teknik Koleksi dan Transportasi Sampel Berbasis Analisis Patologi Anatomi, Patologi Klinik dan Molekuler. Sebagai narasumber adalah Drh Silvia Arin Prabandari, MSi, APVet kepala Laboratorium Patologi Anotomi PSSP, Lis Rosmanah, MSi Kepala Lab Patologi Klinik dan Dr Uus Saepuloh, MBiomed Kepala Laboratorium Biotek PSSP.  Ketiga pembicara menjelaskan mengenai bagaimana mengkoleksi sampel dari lapangan agar tetap awet dan bisa dianalisis dengan baik di laboratorium yang dituju. Selanjutnya acara workshop dilakukan di Lab. Patologi dan Lab. Bioteknologi Pusat Studi Satwa Primata.

Hari kedua, Workshop Teknik Imoblisasi Satwa Liar menggunakan Tulup dan Senapan Angin dengan menghadirkan pembicara Dr Ir Entang Iskandar, MSi dengan presentasi berjudul “Gangguan Satwa Primata dan Pendekatan dan Penanganannya”. Pembicara kedua Drh Fitriya Nur Anissa Dewi PhD, presentasi mengenai “Pertimbangan Aspek Kesejahteraan Hewan dalam Penanganan Konflik Satwa Primata dan Manusia Membahas dari Sisi Etika Hewan”,Dr Fitriya adalah ketua Komisi Etik PSSP. Pembicara Ketiga adala Drh Syafrie Edward dari Kebun Binatang Ragunan memberikan teori tentang “Imobilisasi Hewan”. Selanjutnya dokter Syafrie dan tim dari TMR memberika praktek pembuatan dan penggunaan tulup dan senapan angin.

Setelah selesai acara workshop,dilanjutkan dengan  Munas Ke 4 Asosiasi Dokter Hewan Satwa Liar Akuatik  dan Hewan Eksotik Indonesia dengan pemilihan ketua dan pengurus baru.