
Pelatihan Virtual Sistem Manajemen Biorisiko Laboratorium dalam Penanganan dan Pengujian Sampel Covid-19
Pusat Studi Satwa Primata LPPM-IPB University dan PREDICT-Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Biorisiko Indonesia (ABI) dalam rangka Dies Natalis IPB ke 57 tengah mengadakan pelatihan secara daring bertema : Pelatihan Virtual Sistem Manajeman Biorisiko Laboratorium dalam Penanganan dan Pengujian Sampel Covid 19 kegiatan yang berlangsung selama 5 hari berturut-turut antara tanggal 14 sampai dengan 18 September 2020 ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dalam kebijakan serta pelaksanaan teknis penanganan spesimen suspek Covid-19 sehingga mengurangi resiko bagi pekerja laboratorium yang bekerja dengan bahan biologi berbahaya. Peserta pelatihan adalah undangan yang terdiri dari staf pusat penelitian dilingkungan IPB, Tim Pelaksana Satelit Pendukung Pengujian Covid-19 Pusat Riset Kolaborasi IPB, Staf peneliti dan Rumah Sakit Universitas di Indonesia yang menangani langsung spesimen suspek Covid.
Pusat Studi Satwa Primata yang telah menjadi laboratorium rujukan untuk pemeriksaan Covid-19 di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor selama ini telah menerapkan aspek biosafety dan biorisiko dalam kegiatannya
Pembukaan acara ini dilaksanakan pada hari Senin 14 September 2020 oleh Profesor Dr Ir Dodik Ridho Nurrochmat, MSc, F.Trop Wakil Rektor 3 IPB sekaligus sebagai Ketua Komite Crisis Center Antisipasi Covid-19 IPB, yang juga memberikan materi mengenai penanganan Covid-19 di IPB University. Beberapa pihak yang juga memberikan sambutan pembukaan adalah Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB Dr. Ir Ernan Rustiandi, M.Agr, Ketua Tim Pelaksana Lab. Collaborative Research Center Covid-19 IPB, Prof. Dr Drh Srihadi Agung Priyono, serta Presiden Asosiasi Biorisiko Indonesia Pretty Multihartina, PhD.
Selanjutnya selama 5 hari para peserta mendapatkan berbagai materi diantaranya : Risk assessment for Covid-19 testing facilities – for facilities that are planning to establish COVID-19 testing as well as facilities that are -already testing (risk assessments need to be reviewed and revised periodically), Competency assessment of the laboratory professionals, Good Microbiological Practices and Procedures in PCR lab, Sample collection and transportation: biosafety/biosecurity aspects of sample collection, packaging and transport dan banyak materi menarik lainnya oleh para ahli dari Asosiasi Biorisiko Indonesia maupun lembaga lain termasuk PSSP LPPM-IPB.
Kepala PSSP LPPM-IPB, Drh Huda S. Darusman, MSi, PhD, secara terpisah menyampaikan harapannya semoga seluruh peserta dapat mengambil manfaat yan sebesar-besarnya dari pelatihan ini. Komunikasi antara peserta dengan para narasumber diharapkan tidak hanya terbatas selama waktu pelatihan namun juga setelah pelatihan selesai melalui lembaganya.