Re Akreditasi AAALAC International

Re Akreditasi AAALAC International

Hari Kamis, tanggal 12 Februari 2026, Pusat Studi Satwa Primata IPB menerima kedatangan AAALAC International yang terdiri dari Council Member, Dr. Leslie Retnam dan Ad Hoc Specialist, Dr. Pooi-Fong Wong. Kedatangan para ahli tersebut adalah dalam rangka site visit pada unit Fasilitas Hewan Penelitian Lodaya (Research Animal Facility Lodaya, disingkat RAFL) untuk tinjauan re-akreditasi program pemeliharaan dan penggunaan hewan di RAFL. Status akreditasi RAFL telah diperoleh sejak tahun 2006, dan kedatangan AAALAC International kali ini merupakan bagian dari tinjauan rutin yang dilakukan setiap tiga tahun.

AAALAC International adalah organisasi swasta nirlaba yang memiliki misi meningkatkan perlakuan yang manusiawi terhadap hewan dalam dunia ilmu pengetahuan melalui program akreditasi. Saat ini, terdapat lebih dari 1000 perusahaan, universitas, rumah sakit, dan lembaga penelitian pemerintah mapun non-pemerintah di 50 negara yang terakreditasi oleh AAALAC Internasional, salah satunya adalah negara Indonesia. Di Indonesia, RAFL – PSSP IPB merupakan salah satu dari tiga unit dengan status terakreditasi AAALAC.

Sejalan dengan prinsip bahwa good animal welfare dan good science berjalan berdampingan, tujuan dari akreditasi AAALAC adalah memastikan bahwa kualitas suatu program dan fasilitas pemeliharaan dan penggunaan hewan di institusi berjalan sesuai dengan prinsip kesejahteraan hewan, agar dapat meningkatkan validitas hasil penelitian dan pengujian.

Mempertahankan status akreditasi RAFL-PSSP IPB selama hampir 20 tahun memerlukan kerjasama yang erat dan dukungan penuh dari semua pihak yang terlibat dari program pemeliharaan hewan, antara lain dari manajemen puncak, komisi etik hewan, komisi biorisiko, komisi kesehatan dan keselamatan kerja, dan tentunya seluruh tim dokter hewan, peneliti dan staf pemeliharaan hewan, yang memiliki kualifikasi dan kompetensi sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Semoga RAF-L dapat kembali memperoleh akreditasi dari AAALAC International untuk tahun ini. (PR, FNA)