Perempuan Peneliti Indonesia Berbagi Soal Cara Sukses Mendapatkan Beasiswa

Perempuan Peneliti Indonesia Berbagi Soal Cara Sukses Mendapatkan Beasiswa

Perempuan Peneliti Indonesia Berbagi Cara Mendapatkan Beasiswa

drh Fitriya Nur Annisa Dewi (ujung kiri/Ketua Program Biomedis Pusat Studi Satwa Primata IPB) berbagi pengalaman tentang cara sukses mendapatkan beasiswa program sains L’Oreal

Tabloidnova.com – Sebuah data terbaru yang diungkap pakar pendidikan Prof Dr Arief Rahman Mpd, selama 10 tahun terakhir ini di Indonesia hanya terdapat 7 persen perempuan lulusan S1 yang meneruskan pendidikan ke jenjang S2 dan hanya 3 persen perempuan lulusan S2 yang menempuh program doktoral.

Sementara itu, data yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi tahun 2013 dalam judul “Pelajar Perempuan di Indonesia ” menyatakan, terdapat 239.3339 mahasiswi yang meraih gelar S1 dan 18.560 mahasiswi yang meraih gelar S2 di tahun 2014.

Selanjutnya, hanya 516 mahasiswi yang tergerak untuk menempuh gelar doktoral. Artinya, hanya 0.2 persen mahasiswi peraih gelar S1 yang melanjutkan ke jenjang doktoral.

Melihat fakta ini, maka PT L’Oreal Indonesia memutuskan untuk menjalankan program L’Oreal-UNESCO For Women in Science (FWIS) dan L’Oreal For Girls in Science (LGIS), serta program yang baru diluncurkan yakni L’Oreal Sorority in Science (LSIS) yang bertujuan mempromosikan sains kepada para mahasiswi yang kurang mampu.

Salah satu penerima beasiswa L’Oreal-UNESCO FWIS 2014, drh Fitriya Nur Annisa Dewi, PhD, pada saat peluncuran program LSIS, Rabu (25/3) di Gedung Dirjen Pendidikan Tinggi, Jakarta, ikut berbagi pengalaman berharganya tentang cara sukses mendapatkan beasiswa program sains L’Oreal ini.

“L’Oreal-UNESCO FWIS Nasional adalah program fellowship bergengsi dan saya bangga sekali bisa menjadi bagian dari komunitas ini. Untuk itu, saya ingin ikut mendorong para perempuan muda peneliti Indonesia untuk berpartisipasi dalam program ini. Sebab melalui FWIS, saya tak hanya mampu mengembangkan penelitian lebih lanjut, tapi juga dapat berbagi pengetahuan dengan para ilmuwan dan mahasiswi dan mahasiswa lain,” papar perempuan yang kerap disapa Pipit ini.

Pipit merupakan seorang dokter hewan dari Pusat Studi Primata – Institut Pertanian Bogor (IPB) yang meneliti potensi daun katuk yang dapat menghambat penyebaran kanker.

Baca selengkapnya : www.tabloidnova.com/Nova/Tips/Perempuan-Peneliti-Indonesia-Berbagi-Soal-Cara-Sukses-Mendapatkan-Beasiswa/