Jurnal Primatologi Indonesia (JPI) merupakan jurnal ilmiah primatologi yang diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Pusat Sudi Satwa Primata, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (PSSP LPPM-IPB) bekerjasama dengan Perhimpunan Ahli dan Pemerhati Primata Indonesia (PERHAPPI). Tujuan dan ruang lingkup penelaahan: 1) satwa primata sebagai model dalam pencegahan dan penyembuhan penyakit manusia, 2) patologi, imunologi, parasitologi, mikrobiologi dan kedokteran hewan primata, 3) morfologi, fisiologi, reproduksi, taksonomi, pertumbuhan dan perkembangan, evolusi dan sistematika serta genetika satwa primata, 4) penangkaran, penanganan, metodologi eksperimen serta manajemen koloni dan laboratorium satwa primata, 5) ekologi, demografi, pelestarian dan manajemen kawasan konservasi satwa primata, 6) neurologi, tingkah laku, sosiologi, komunikasi, psikologi dan kesejahteraan satwa primata, dan 7) kebijakan pemanfaatan, pelestarian dan pengembangan satwa primata.

  1. Naskah berupa tulisan ilmiah berdasarkan hasil penelitian, studi pustaka, artikel ulasan (essay) dan hasil bedah buku (book review). Naskah atau artikel penelitian terbagi atas Judul, Identitas Penulis, Abstrak, Kata Kunci, Pendahuluan, Metode Penelitian, Hasil dan Pembahasan, Simpulan dan Ucapan Terimakasih, Daftar Pustaka dan Lampiran (jika perlu).
  2. Judul harus tegas dan ditulis dengan maksimal 14 kata.
  3. Identitas penulis berisi nama penulis (nama dibalik) dan dibubuhi superscript angka arab secara berurutan untuk keterangan penulis (bila lebih dari satu penulis). Alamat lengkap penulis berisikan nama lembaga/institusi asal penulis dan alamat lengkap lembaga.
  4. Abstrak maksimal 250 kata, disusun dalam satu paragraf, ditulis dalam dua bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang menggambarkan isi dari keseluruhan tulisan bukan ringkasan tulisan.
  5. Kata kunci/keyword terdiri atas 3-5 kata yang mencerminkan konsep yang dikandung artikel dan disusun berdasarkan urutan abjad.
  6. Pendahuluan (memuat alasan dilakukannya penelitian, permasalahan, tujuan, sedikit kajian pustaka, dan hipotesis jika ada)
  7. Metode penelitian diuraikan secara rinci dan jelas digabungkan dalam satu judul bab (terdiri dari lokasi penelitian, waktu penelitian, bahan dan alat apabila ada, rancangan penelitian yang dilakukan, teknik pengumpulan, pengelolaan dan analisis data).
  8. Hasil dan Pembahasan digabungkan dalam satu judul bab. Tabel dan gambar dapat digabungkan atau dipisah dengan bab ini disertai keterangan yang jelas.
  9. Daftar pustaka disusun menurut sistem nama dan tahun. Disusun menurut abjad nama belakang penulis.
  10. Naskah diketik 2 spasi dengan jumlah halaman maksimal 20 halaman, huruf Times New Roman 12; menggunakan kertas A4 dengan batas kiri 3 cm, batas atas, tengah dan kanan 2,5 cm. Setiap awal paragraf dimulai dengan first line indent 1 cm.
  11. Dalam penulisan angka, ribuan menggunakan tanda titik (.) dan desimal menggunakan tanda koma (,).
  12. Teknik Pengutipan dengan mencantumkan nama pengarang dan tahun penerbitan yang dikurung tanpa menggunakan tanda koma.
  13. Judul bab tidak didahului nomor. Penomoran sub bab menggunakan angka arab (misalnya 1, 1.1. dan seterusnya).
  14. Grafik yang diperoleh dari hasil pengolahan, datanya dikirim dalam file yang terpisah dari file artikel yang disertai nama program penyusunan grafik dan disertai data dasarnya (misalnya grafik atau diagram yang berasal dari pengolahan data menggunakan Microsoft Excel maka dokumen ini juga harus dilampirkan).
  15. Softfile artikel dikirim ke email JPI (jurnalprimatologi2@gmail.com).
  16. Daftar pustaka 80% merupakan pustaka primer.
  17. Kepastian penerimaan, penolakan dan pemuatan naskah akan diberitahukan kepada penulis secara tertulis atau dengan media lainnya.

 

Template penulisan JPI dapat diunduh di bawah ini:

JPI Volume 14 No. 2 Juli 2017

  1. Indonesian Primate Profile: Hylobates klossii
  2. Kajian fungsi kantung udara (air sac) terhadap vokalisasi Siamang dan Bilou di Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor
  3. Kajian One Health: perilaku makan dan preferensi pakan Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di hamparan sampah pasar Ciampea Bogor sebagai potensi penyebaran zoonosis
  4. Kultur primer sel endotelial asal darah tepi berinti tunggal pada Beruk (Macaca nemestrina)
  5. Deteksi Tuberkulosis pada satwa primata berbasis Interferon Gamma Releasing Assay (IGRA) dengan Enzyme-Linked Immunosorbent Spot (ELISpot)
  6. Efek kronis pakan aterogenik IPB-1 terhadap kondisi obesitas dan hiperglikemia pada Monyet Ekor Panjang

Unduh versi lengkapnya di sini

JPI Volume 14 No. 1 Januari 2017

  1. Indonesian Primate Profile: Macaca maura
  2. Spesies dan sebaran satwa primata di Indonesia
  3. Studi inventarisasi jenis dan sebaran primata endemik di wilayah pengelolaan taman nasional I dan II Taman Nasional Siberut, Sumatera Barat, Indonesia
  4. Strategi adaptasi Bekantan (Nasalis larvatus Wurmb 1787) dalam aktivitas harian dan pemilihan pakan di habitat terfragmentasi
  5. Identifikasi nematoda gastrointestinal Macaca maura di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Sulawesi Selatan
  6. Teknik seksio sesarian pada Common Marmoset (Callithrix jacchus)

Unduh versi lengkapnya di sini

JPI Volume 13 No. 2 Juli 2016

  1. Indonesian Primate Profile: Presbytis thomasi
  2. Aktivitas harian Orangutan Sumatera (Pongo abelii, Lesson 1827) di hutan Batang Toru Blok Barat Sumatera Utara
  3. Diseminasi dan mutasi gen ENV GP70 Simian retrovirus Serotipe-2 (SRV-2) pada jaringan Macaca fascicularis
  4. Komplikasi MBD dan Urolithiasis pada Kukang Sumatera (Nycticebus coucang) di YIARI Bogor
  5. The value of hematological and serum chemistry of Orangutan (Pongo sp.) among ages groups and sex differences – a case study in Taman Safari Indonesia
  6. Perilaku harian Beruk (Macaca nemestrina) di fasilitas penangkaran Pusat Studi Satwa Primata, Institut Pertanian Bogor

Unduh versi lengkapnya di sini

JPI Volume 13 No. 1 Januari 2016

  1. Indonesian Primate Profile: Nycticebus coucang
  2. Perubahan morfologi pinopod endometrium Macaca nemestrina setelah pemberian hiperstimulasi ovarium terkendali (HOT)
  3. Profil hematologi Macaca fascicularis dan Macaca nemestrina yang positif Plasmodium sp. secara mikroskopis
  4. Aspek sosial ekonomi dan persepsi masyarakat terhadap pengamanan Ungko (Hylobates agilis) di Taman Nasional Batang Gadis, Mandailing Natal, Sumatera Utara
  5. Tiga macam ransum Monyet Ekor Panjang Macaca fascicularis dan pengaruhnya terhadap performa
  6. Laporan singkat kesehatan Kukang Sumatera (Nycticebus coucang) dalam prospek penangkaran untuk konservasi 

Unduh versi lengkapnya di sini

JPI Volume 12 No. 1 Januari 2015

  1. New World Primate Profile: Callithrix jacchus
  2. Kesehatan Kukang Sumatera (Nycticebus coucang) dalam Prospek Penangkaran untuk Konservasi
  3. Perkembangan Fenotipe Monyet Ekor Panjang Obes (Macaca fascicularis) yang Diberi Pakan Berenergi Tinggi
  4. Profil Hematologi Macaca fascicularis dan Macaca nemestrina yang Positif Plasmodium sp. secara Mikroskopis
  5. Studi Perilaku Harian Owa Jawa (Hylobates moloch) di Penangkaran Pusat Studi Satwa Primata LPPM IPB
  6. Dermatitis Atopik pada Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis)

Unduh versi lengkapnya di sini

JPI Volume 9 No. 1 Juni 2012

  1. Indonesia Primate Profile: Symphalangus syndactylus
  2. Populasi Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah
  3. Perilaku dan Konsumsi Pakan Tarsius spectrum di Penangkaran Pusat Studi Satwa Primata LPPM IPB
  4. Pola Diurnal Metabolit Dehydro-epiandrosterone-Sulfate (DHEA-S) Feses pada Bekantan (Nasalis larvatus) Jantan di Kebun Binatang Gembiraloka, Yogyakarta
  5. Anatomi Perkembangan Hemisperium Serebri Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) pada Trimester Awal Kebuntingan
  6. Studi Kasus Penanganan Peradangan Kantung Hawa pada Siamang (Symphalangus syndactylus)

Unduh versi lengkapnya di sini

JPI Volume 4 No. 1 Desember 2004

  1. Indonesian Primate Profile: Pongo pygmaeus
  2. Orangutan Distribution in North Sumatera
  3. Estimating Population Density of the Longtailed Macaques (Macaca fascicularis) on Tinjil Island, Indonesia Using the Line Transect Sampling Method
  4. Jelajah Harian dan Daerah Jelajah Monyet Hitam Sulawesi (Macaca nigra) Kelompok Rambo II di Cagar Alam Tangkoko-Batuangus, Sulawesi Utara
  5. ACUC: Etika dalam Perawatan dan Penggunaan Hewan

Unduh versi lengkapnya di sini

JPI Volume 2 No. 1 Juni 1998

  1. Profil Satwa Primata Indonesia: Macaca fascicularis
  2. Penentuan Waktu Kawin dan Hubungannya dengan Gejala Estrus pada Macaca fascicularis
  3. Prevalensi Antibodi Simian Retrovirus Tipe-D Serotipe-2 (SRV-2) pada Macaca fascicularis dan Macaca nemestrina di Empat Provinsi di Indonesia
  4. Prevalensi Nematoda Usus pada Orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting Kalimantan Tengah
  5. Laporan Kasus: Trichobezoar pada Tarsius sp.
  6. Proyek Reintroduksi Orangutan, Wanariset-Samboja, Kalimantan Timur

Unduh versi lengkapnya di sini